I.
KADAR
AIR TANAH GAMBUT
Tabel
2. Hasil Pengamatan Kadar Air Tanah Gambut
No
|
Sampel Tanah
|
Bobot Basah
|
Bobot Kering
|
Kadar Air (%)
|
||
Berat Sampel
|
Berat Cawan
|
Berat Sampel
|
Berat Cawan
|
|||
1
|
Fibrik 1 (F1)
|
7,589
|
4,300
|
1,763
|
4,300
|
23,23%
|
2
|
Fibrik 2 (F2)
|
8,790
|
4,132
|
1,687
|
4,132
|
19,19%
|
|
Rata-rata
|
8,1895
|
4,216
|
1,725
|
4,216
|
21,21%
|
3
|
Hemik 1 (H1)
|
11,080
|
4,343
|
3,016
|
4,343
|
27,22%
|
4
|
Hemik 2 (H2)
|
15,168
|
4,395
|
3,266
|
4,395
|
21,53%
|
|
Rata-rata
|
13,124
|
4,369
|
3,141
|
4,369
|
24,375
|
5
|
Saprik 1 (S1)
|
13,029
|
4,367
|
3,294
|
4,367
|
25,28%
|
6
|
Saprik 2( S2)
|
13,988
|
3,218
|
3,101
|
3,218
|
22,16%
|
|
Rata-rata
|
13,5085
|
3,7925
|
3,1975
|
3,7925
|
23,72%
|
Pembahasan
Berdasarkan tabel 2
dapat dilihat bahwa rata-rata bobot basah yang tertinggi adalah saprik 13, 508
gram sedangkan yang kedua adalah hemik 13,124 gram dan yang terakhir adalah
fibrik 8,1895 gram. Berdasarkan berat keringnya juga rata-rata yang tertinggi
adalah saprik 3,1975 gram sedangkan yang kedua adalah hemik 3,141 gram dan yang
terakhir adalah fibrik 1,725 gram. Hal ini dikarenakan perbedaan kandungan
bahan organik yang terkandung didalamnya. Semakin matang tanah gambut akan
menjadi semakin tinggi juga bobot basah dan bobot keringnya. Fibrik adalah tanah
gambut dengan tingkat kematangan yang sangat rendah dan kandungan bahan
organiknya sangat tinggi (masih terlihat dengan jelas seresah-seresah akar
karena belum terdekomposisi secara sempurna) dan komposisi liatnya sangat
rendah sehingga bobot basah dan bobot keringnya menjadi sangat ringan
dibandingkan hemik dan saprik. Hemik adalah tanah gambut dengan tingkat
kematangan yang sedang, bahan organiknya sudah hampir melapuk sempurna sehingga
seresah-seresah akar menjadi tidak terlalu terlihat dan komposisi liatnya yang
lumayan tinggi menyebabkan gambut hemik memiliki bobot basah dan bobot kering
yang lebih tinggi daripada fibrik. Saprik adalah tanah gambut dengan tingkat
kematangan yang tinggi, bahan organiknya sudah melapuk dengan sempurna sehingga
seresah-seresah akar tidak lagi terlihat dan komposisi liatnya yang tinggi
menyebabkan gambut saprik memiliki bobot basah dan bobot kering yang lebih
tinggi jika dibandingkan dengan gambut hemik dan fibrik.
Jika dilihat dari
presentase kadar airnya maka hemik memiliki kadar air yang paling tinggi hal
ini dikarenakan pada saat pengambilan sampel tanah gambut hemik sudah dalam
keadaan basah terlebih dahulu disebabkan sebelum pengambilan sampel terkena air
hujan, sehingga kadar air hemik menjadi semakin tinggi. Pada dasarnya gambut
yang memiliki tingkat kematangan yang tinggi (saprik) mempunyai presentase kadar air yang paling tinggi
karena komposisi liat yang berfungsi menampung air lebih tinggi dibandingkan
hemik dan saprik. Tapi dikarenakan adanya faktor hujan maka berdasarkan data
tabel di atas hemik memiliki presentase
kadar air yang lebih tinggi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar air tanah adalah
bahan organik, porositas, struktur, tekstur, dan keadaan tanah. Tanah-tanah
yang bertekstur pasir, karena butiran-butirannya berukuran
lebih besar, maka
setiap satuan berat (misalnya setiap gram) mempunyai luas
permukaan yang lebih kecil sehingga sulit menyerap (menahan) air dan unsur
hara. Tanah-tanah bertekstur liat, karena
lebih halus maka setiap
satuan berat mempunyai
luas permukaan yang lebih besar sehingga kemampuan menahan air dan
menyediakan unsur hara lebih tinggi. Tanah bertekstur halus lebih aktif dalam
reaksi kimia daripda tanah bertekstur kasar (Hardjowigeno, 2003).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar